Desa Ini Ditinggal Generasi Muda

Dua kali bertandang ke Desa Ini, ada sesuatu yang menggelitik.  Ada apa geranggan di Desa Ini ?  Kali pertama berkunjung pada tanggal 31 Januari 2012 dalam suatu acara workshop yang diselenggarakan oleh Departemen Bioresources, Hiroshima University, hanya dihadiri oleh kalangan yang sudah tua-tua.  Ternyata kali kedua berkunjung pada tanggal 4 Maret 2012 juga tidak berbeda, hanya dari kalangan orang-orang tua saja yang hadir.  Rasanya semakin ingin tahu, kenapa hanya orang-orang tua saja yang hadir.

Setelah tanya sama teman mahasiswa dan sense, mereka mengatakan bahwa problem utama yang sedang dihadapi oleh penduduk Desa Ini adalah semakin langkanya anak-anak muda yang tinggal di desa tersebut.  Mereka, para kalangan muda lebih memilih pindah ke kota untuk mencari lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka.  Kegiatan pertanian yang menghasilkan padi sudah tidak menarik lagi bagi kalangan muda.

Desa Ini, dapat dibilang menarik, karena terletak di pegunungan dan sudah dijadikan salah satu desa ekowisata di Wilayah Hiroshima.  Tetapi tetap saja dianggap sudah tidak menarik lagi bagi anak muda, yang ingin bekerja di perkantoran di wilayah kota.  Pemerintah Kota Hiroshima sedang berupaya untuk membuat master plan guna memecahkan masalah ini.  Setidaknya dari berbagai ide yang berkembang dalam lokakarya, disusun tiga program utama: (1) membuat wilayah konservasi, (2) mengembangkan atraksi ekowisata, dan (3) mengkampanyekan program kembali desa bagi kalangan muda.

Apakah fenomena ini juga sedang terjadi di desa-desa di Indonesia.

 

One Response to “Desa Ini Ditinggal Generasi Muda”

Leave a Reply